WANITA WANITA TANGGUH
Banyak
teman teman wanita semasa kuliahku dulu yang sangat pandai mempunyai
banyak talenta.Ada Johanna Timbuleng, Sonya Louhenapessy, Hellen Beatrix
dan masih banyak lagi. Mereka cakap berkomunikasi dan pintar bergaul.
Tak heran bila mereka lulus dengan nilay yang baik. Beberapa tahun
kemudian kami kembali bertemu. Mereka kini hidup berkecukupan dengan
standar kehidupan keluarga menengah atas dan memiliki keluarga yang
bahagia. Mereka tetap ceria, tetap tertawa dan tersenyum. Namun, tidak
terlihat lagi potensi diri yang dulu begitu besar terpancar. Ketika
kutanyakan apa yang mereka lakukan saat ini, mereka menjawab, " Sekarang
menjadi ibu rumah tangga, menjaga anak anak, dan menyiapkan makan buat
suami." Bahkan tidak sedikit yang menjawab, " Suami melarang untuk
bekerja,karena mencari nafkah itu tugas suami. Tugas istri adalah
memelihara rumah dan menjaga anak anak." Jawaban mereka memunculkan
pertanyaan,mengapa potensi yang dulu mereka miliki dengan luar biasa
sekarang terkubur dan hilang entah kemana?Aku sedang tidak mengatakan
bahwa kodrat wanita sebagai ibu rumah tangga itu salah. Bahkan
menurutku,panggilan tertinggi seorang wanita adalah menjadi ibu rumah
tangga. Namun, menjadi ibu rumah tangga tidak berarti melepaskan hak
untuk mengembangkan talenta dan potensi kita sebagai seorang wanita dan
sebagai seorang manusia.Sebagai wanita, kodrat kita adalah menjadi ibu
rumah tangga dan "penolong" suami. Kita juga dituntut tanggung jawab
yang sama oleh Sang Pencipta, yaitu mengembangkan talenta dan potensi
semaksimal yang dapat kita lakukan dengan cara bekerja. Kita sudah
meninggalkan jaman Siti Nurbaya dari segi pengetian kesetaraan dan
pendidikan bagi wanita,tetapi kita masih berada pada jaman Siti Nurbaya
dalam pengertian 'bekerja' bagi wanita. Kita masih berpikir bahwa
bekerja adalah kegiatan rutin di luar rumah yang dilakukan mulai jam
09:00 - 17:00. Jika ini pengertian kita mengenai bekerja, maka tidak
heran sampai kapanpun,sebagai ibu rumah tangga kita tidak mungkin dapat
meninggalkan keluarga dan sibuk dalam pekerjaan yang seperti ini.
Pengertian bekerja saat ini sudah jauh demikian berkembang menembus
batasan ruang kerja dan waktu kerja. Kemajuan teknologi informasi dan
era internet saat ini memungkinkan hal ini dapat terjadi. Mark
Elliot Zuckenberg saat berusia 25 tahun, tetapi kekayaannya sudah
mencapai US$ 1.5 milyar ( setara dengan Rp.16,5 trilyun ).
Pertanyaannya adalah, apakah kekayaannya yang sebesar itu dicapainya
dengan bekerja seperti pandangan dan konsep kita tentang 'kerja' ?
TIDAK ! Mark mencapai potensinya karena ia menyadari bahwa kerja
tidak dibatasi oleh ruang kantor dan juga tidak dibatasi jam. Dengan
kata lain, kita harus melepaskan paradigma kerja yang lama dan membuka
pemikiran kepada paradigma yang baru. Kita tetap harus menjadi seorang
ibu rumah tangga yang tangguh namun kita juga mempunyai panggilan untuk
mengembangkan talenta dan potensi yang sudah Sang Pencipta berikan
kepada kita. Ini bukan pilihan meninggalkan yang satu dan mengerjakan
yang lain. Kita tidak bisa memilih sebuah koin, tapi tidak menghendaki
sisi yang sebelahnya. Jika kita mengambil satu koin, kita mendapat
paket lengkap kedua sisi koin tersebut. Jika anda wanita, anda mempunyai
sisi sebagai ibu rumah tangga tapi juga jangan lupa sisi lainnya adalah
anda mempunyai potensi untuk dikembangkan dengan maksimal. Anne Ahira
dan Ladan Lashkari adalah contoh dua orang wanita yaang telah berhasil
mengecap indahnya 'bekerja' tanpa harus meninggalkan kodrat mereka
sebagai seorang wanita. Ahira adalah online marketer kelas dunia
pertama dari Indonesia. Ia menjalankan internet marketing yang mulai
dirintisnya sejak tahun 2001 dari rumahnya. Dari usahanya tersebut Ahira
setiap bulannya setidaknya dapat meraup sebulan sekitar US$ 6.465 (
sekitar Rp. 71.115.000,- ).Ada pula kisah tentang Ladan Lashkari, gadis
Iran yang berumur 24 tahun. Ladan memutuskan untuk menjadi seorang
internet marketer di negara yang menganggap wanita adalah warga negara
kelas dua dan di tengah tengah himpitan embargo dari Amerika terhadap
Iran. Pilihan Ladan untuk memakai sarana internet guna memulai bisnisnya
saat ini telah membawanya menjadi pebisnis wanita dengan pendapatan
US$6.300 per bulan. Ini adalah pendapatan yang lebih besar dari 95%
populasi di negaranya. Jadi, mari lakukan sesuatu sekarang juga dengan
yang ada pada anda. Jangan lupa pula untuk mengembangkan seluruh potensi
anda semaksimal mungkin. Selamat memaksimalkan potensi
No comments:
Post a Comment