Wednesday, August 26, 2015

WANITA WANITA TANGGUH

WANITA WANITA TANGGUH
Banyak teman teman wanita semasa kuliahku dulu yang sangat pandai mempunyai banyak talenta.Ada Johanna Timbuleng, Sonya Louhenapessy, Hellen Beatrix dan masih banyak lagi. Mereka cakap berkomunikasi dan pintar bergaul. Tak heran bila mereka lulus dengan nilay yang baik. Beberapa tahun kemudian kami kembali bertemu. Mereka kini hidup berkecukupan dengan standar kehidupan keluarga menengah atas dan memiliki keluarga yang bahagia. Mereka tetap ceria, tetap tertawa dan tersenyum. Namun, tidak terlihat lagi potensi diri yang dulu begitu besar terpancar. Ketika kutanyakan apa yang mereka lakukan saat ini, mereka menjawab, " Sekarang menjadi ibu rumah tangga, menjaga anak anak, dan menyiapkan makan buat suami."  Bahkan tidak sedikit yang menjawab, " Suami melarang untuk bekerja,karena mencari nafkah itu tugas suami. Tugas istri adalah memelihara rumah dan menjaga anak anak."  Jawaban mereka memunculkan pertanyaan,mengapa potensi yang dulu mereka miliki dengan luar biasa sekarang terkubur dan hilang entah kemana?Aku sedang tidak mengatakan bahwa kodrat wanita sebagai ibu rumah tangga itu salah. Bahkan menurutku,panggilan tertinggi seorang wanita adalah menjadi ibu rumah tangga. Namun, menjadi ibu rumah tangga tidak berarti melepaskan hak untuk mengembangkan talenta dan potensi kita sebagai seorang wanita dan sebagai seorang manusia.Sebagai wanita, kodrat kita adalah menjadi ibu rumah tangga dan "penolong" suami.  Kita juga dituntut tanggung jawab yang sama oleh Sang Pencipta, yaitu mengembangkan talenta dan potensi semaksimal yang dapat kita lakukan dengan cara bekerja.  Kita sudah meninggalkan jaman Siti Nurbaya dari segi pengetian kesetaraan dan pendidikan bagi wanita,tetapi kita masih berada pada jaman Siti Nurbaya dalam pengertian 'bekerja' bagi wanita.  Kita masih berpikir bahwa bekerja adalah kegiatan rutin di luar rumah yang dilakukan  mulai jam 09:00 - 17:00. Jika ini pengertian kita mengenai bekerja, maka tidak heran sampai kapanpun,sebagai ibu rumah tangga kita tidak mungkin dapat meninggalkan keluarga dan sibuk dalam pekerjaan yang seperti ini.  Pengertian bekerja saat ini sudah jauh demikian berkembang menembus batasan ruang kerja dan waktu kerja. Kemajuan teknologi informasi dan era internet saat ini memungkinkan hal ini dapat terjadi.     Mark Elliot Zuckenberg saat berusia 25 tahun, tetapi kekayaannya sudah mencapai US$ 1.5  milyar ( setara dengan Rp.16,5 trilyun ). Pertanyaannya adalah, apakah kekayaannya yang sebesar itu dicapainya dengan bekerja seperti pandangan dan konsep kita tentang 'kerja' ?  TIDAK  !   Mark mencapai potensinya karena ia menyadari bahwa kerja tidak dibatasi oleh ruang kantor dan juga tidak dibatasi jam. Dengan kata lain, kita harus melepaskan paradigma kerja yang lama dan membuka pemikiran kepada paradigma yang baru.  Kita tetap harus menjadi seorang ibu rumah tangga yang tangguh namun kita juga mempunyai panggilan untuk mengembangkan talenta dan potensi yang sudah Sang Pencipta berikan kepada kita.  Ini bukan pilihan meninggalkan yang satu dan mengerjakan yang lain. Kita tidak bisa memilih sebuah koin, tapi tidak menghendaki sisi yang sebelahnya.  Jika kita mengambil satu koin, kita mendapat paket lengkap kedua sisi koin tersebut. Jika anda wanita, anda mempunyai sisi sebagai ibu rumah tangga tapi juga jangan lupa sisi lainnya adalah anda mempunyai potensi untuk dikembangkan dengan maksimal.  Anne Ahira dan Ladan Lashkari adalah contoh dua orang wanita yaang telah berhasil mengecap indahnya 'bekerja' tanpa harus meninggalkan kodrat mereka sebagai seorang wanita.  Ahira adalah online marketer kelas dunia pertama dari Indonesia.  Ia menjalankan internet marketing yang mulai dirintisnya sejak tahun 2001 dari rumahnya. Dari usahanya tersebut Ahira setiap bulannya setidaknya dapat meraup sebulan sekitar US$ 6.465 ( sekitar Rp. 71.115.000,- ).Ada pula kisah tentang Ladan Lashkari, gadis Iran yang berumur 24 tahun. Ladan memutuskan untuk menjadi seorang internet marketer di negara yang menganggap wanita adalah warga negara kelas dua dan di tengah tengah himpitan embargo dari Amerika terhadap Iran. Pilihan Ladan untuk memakai sarana internet guna memulai bisnisnya saat ini telah membawanya menjadi pebisnis wanita dengan pendapatan US$6.300 per bulan. Ini adalah pendapatan yang lebih besar dari 95% populasi di negaranya.  Jadi, mari lakukan sesuatu sekarang juga dengan yang ada pada anda. Jangan lupa pula untuk mengembangkan seluruh potensi anda semaksimal mungkin.  Selamat memaksimalkan potensi

No comments:

Post a Comment