JIKA KITA PERCAYA TAHAYUL
Waktu
itu aku masih remaja. Kami sekeluarga tinggal di rumah peninggalan
Belanda ( mamaku adalah keturunan Manado-Belanda ),yang berada di
tikungan pertigaan jalan. Kebanyakan orang berkata bahwa kami beruntung
mendapat rumah itu. " Ah, itu biasa saja,Pak. Keluarga lain sama
beruntungnya dengan kami, terutama yang rumahnya di pinggir jalan besar,"
kataku. Tetapi mereka menyanggah, " Tidak, kalian lebih beruntung,
bukan hanya rumah kalian berada di pinggir jalan besar, tetapi rumah itu
rumah yang aman." " Maksudnya ?" tanyaku keheranan... " Ya, rumah
itu ada yang menjaganya," jelasnya. Hehehe...aku tahu yang
dimaksudkannya adalah roh kakekku yang sudah meninggal. Mereka tahu
kakekku adalah wong "LONDO", gede duwur. Suatu pagi di hari libur,
seorang bapak berkata, " Semalam sekitar jam sebelas, saya lewat sini
dan benar saya lihat si penunggu sedang duduk bersila di teras
rumahmu," Dalam hati aku tertawa, tetapi aku mencoba menjelaskan dengan
baik, " Itu papaku, beliau suka duduk di situ malam hari, katanya
supaya menghilangkan gerah. Dan bapak memang tidak bisa melihat dengan
jelas, karena tempat itu sengaja tidak diberi lampu." Bapak ini tidak
percaya dan mencoba mengetahui jawabannya langsung dari papaku.
Sekalipun sudah mendapatkan jawaban yang sebenarnya, dia masih penasaran
berhubung dengan kepercayaannya selama ini tentang penunggu tersebut.
Seminggu kemudian ketika ia harus pulang kerja malam lagi, dia melihat
hal yang sama. Sebagai orang yang menghormati roh roh, dia tidak berani
mendekat dan hanya lewat begitu saja sambil komat kamit membaca sesuatu
untuk keselamatannya. ( Biasanya gini : amit amit sing bahurekso teng
mriki, putune bade lewat ). " Apa papamu semalam duduk di teras itu
?" tanya bapak tersebut pagi harinya. Degan sedikit heran aku menjawab, "
Tidak, papaku tidak ada di rumah. Beliau sedang ke Jakarta, pulangnya
dua hari lagi." " Nah, benar kan bahwa penunggu itu ada, saya
melihatnya semalam." katanya penuh semangat. Akupun terdiam dan masih
heran bahwa hal itu bisa terjadi. Sampai beberapa hari aku masih
diliputi keheranan, sehingga suatu saat aku mendapatkan jawabannya dari
seorang teman juga di FB ini, kami saling bercerita tentang cerita
mistis. Temanku yang tak mau namanya dipublikasikan tersebut berkata, "
Kalau kita percaya ada roh penunggu di suatu tempat, maka akan ada
penampakan seperti itu di tempat tersebut. Dia akan membuat sesuatu
terjadi seperti yang dipercaya seseorang agar orang tersebut
percaya." Roh roh tersebut tidak hanya dapat melakukan penampakan
seperti itu, tetapi juga dalam hal berkat jasmani. Roh roh tersebut bisa
memberikan panen yang "melimpah" kepada petani yang percaya dan
menghormati dewi kesuburan. Roh tersebut dapat memberikan keberhasilan
kepada seorang pedagang yang "libur" pada hari yang ditetpkan
gurunya.Untuk masa masa sekarang ini banyak juga caleg caleg yang
melakukan hal yang sama , mandi kungkum di sungai misalnya, atau
mengadakan ritual tertentu. Bila sebelumnya banyak orang yang ingin
cepat dapat jodoh atau orang yang ingin kasusnya lepas dari jerat
hukum.Note : Waktu menulis ini, aku "seperti" diganggu, sudah aku
sunting beberapa kali dan tiba tiba tulisan yang sudah kutulis ini
menghilang, dan bukan hanya sekali, tapi berkali kali. Sampai aku kesal.
No comments:
Post a Comment