Wednesday, August 26, 2015

JIKA KITA PERCAYA TAHAYUL

JIKA KITA PERCAYA TAHAYUL
Waktu itu aku masih remaja. Kami sekeluarga tinggal di rumah peninggalan Belanda ( mamaku adalah keturunan Manado-Belanda ),yang berada di tikungan pertigaan jalan.  Kebanyakan orang berkata bahwa kami beruntung mendapat rumah itu.     " Ah, itu biasa saja,Pak. Keluarga lain sama beruntungnya dengan kami, terutama yang rumahnya di pinggir jalan besar," kataku. Tetapi mereka menyanggah, " Tidak, kalian lebih beruntung, bukan hanya rumah kalian berada di pinggir jalan besar, tetapi rumah itu rumah yang aman."     " Maksudnya ?" tanyaku keheranan... " Ya, rumah itu ada yang menjaganya," jelasnya. Hehehe...aku tahu yang dimaksudkannya adalah roh kakekku yang sudah meninggal. Mereka tahu kakekku adalah wong "LONDO", gede duwur.     Suatu pagi di hari libur, seorang bapak berkata, " Semalam sekitar jam sebelas, saya lewat sini dan benar saya lihat si penunggu sedang duduk bersila di teras rumahmu,"  Dalam hati aku tertawa, tetapi aku mencoba menjelaskan dengan baik, " Itu papaku, beliau suka duduk di situ malam hari, katanya supaya menghilangkan gerah. Dan bapak memang tidak bisa melihat dengan jelas, karena tempat itu sengaja tidak diberi lampu."  Bapak ini tidak percaya dan mencoba mengetahui jawabannya langsung dari papaku. Sekalipun sudah mendapatkan jawaban yang sebenarnya, dia masih penasaran berhubung dengan kepercayaannya selama ini tentang penunggu tersebut. Seminggu kemudian ketika ia harus pulang kerja malam lagi, dia melihat hal yang sama. Sebagai orang yang menghormati roh roh, dia tidak berani mendekat dan hanya lewat begitu saja sambil komat kamit membaca sesuatu untuk keselamatannya. ( Biasanya gini : amit amit sing bahurekso teng mriki, putune bade lewat ).     " Apa papamu semalam duduk di teras itu ?" tanya bapak tersebut pagi harinya. Degan sedikit heran aku menjawab, " Tidak, papaku tidak ada di rumah. Beliau sedang ke Jakarta, pulangnya dua hari lagi."     " Nah, benar kan bahwa penunggu itu ada, saya melihatnya semalam." katanya penuh semangat. Akupun terdiam dan masih heran bahwa hal itu bisa terjadi. Sampai beberapa hari aku masih diliputi keheranan, sehingga suatu saat aku mendapatkan jawabannya dari seorang teman juga di FB ini, kami saling bercerita tentang cerita mistis. Temanku yang tak mau namanya dipublikasikan tersebut berkata, " Kalau kita percaya ada roh penunggu di suatu tempat, maka akan ada penampakan seperti itu di tempat tersebut. Dia akan membuat sesuatu terjadi seperti yang dipercaya seseorang agar orang tersebut percaya."     Roh roh tersebut tidak hanya dapat melakukan penampakan seperti itu, tetapi juga dalam hal berkat jasmani. Roh roh tersebut bisa memberikan panen yang "melimpah" kepada petani yang percaya dan menghormati dewi kesuburan. Roh tersebut dapat memberikan keberhasilan kepada seorang pedagang yang "libur" pada hari yang ditetpkan gurunya.Untuk masa masa sekarang ini banyak juga caleg caleg yang melakukan hal yang sama , mandi kungkum di sungai misalnya, atau mengadakan ritual tertentu. Bila sebelumnya banyak orang yang ingin cepat dapat jodoh atau orang yang ingin  kasusnya lepas dari jerat hukum.Note : Waktu menulis ini, aku "seperti" diganggu, sudah aku sunting beberapa kali dan tiba tiba tulisan yang sudah kutulis ini menghilang, dan bukan hanya sekali, tapi berkali kali. Sampai aku kesal.

No comments:

Post a Comment