Wednesday, August 26, 2015

BILA KEADILAN DIRASA TAK ADA

BILA KEADILAN DIRASA TAK ADA
Peristiwa kerusuhan pada 14 Mei 1998, menyisakan kabut kelam dalam sejarah Indonesia. Menjelang Soeharto lengser, keonaran merebak di sejumlah kota,yang terparah terjadi Jakarta. Perempuan perempuan Tionghoa banyak yang diperkosa. Mall mall dijarah dan dibakar. Banyak warga yang mati terpanggang. Namun,tak ada yang diadili dalam peristiwa ini. Sekali lagi, tidak ada yang diadili, sampai saat ini.Benarkah Tuhan acuh tak acuh terhadap kejahatan? Mengapa seolah Tuhan mendiamkan dan membiarkan ini semua terjadi? Dimana Tuhan saat itu? Kenapa orang jahat bisa hidup leluasa,sedangkan orang baik malah menderita?Ini adalah juga pertanyaan yang sempat mengganggu pikiranku.Kita mungkin pernah diperlakaukan tidak adil, padahal apa yang kita lakukan sudah benar. Dalam kondisi semacam itu, banyak diantara kita putus asa, bahkan tergoda untuk ikut ikutan bertindak menyimpang. Edan!Ya benar ini jaman edan. Ora melu ngedan ora keduman. Ini jaman gila. Tidak ikut menggila tidak kebagian. Katanya.Pertanyaannya : Maukah kita tetap melakukan apa yang benar meski diperlakukan tidak adil?Aku pernah melihat suatu nasihat di sebuah dinding. " Hiduplah dengan benar, bahkan dalam situasi yang sesulit apapun. Tuhan Yang Maha Kuasa akan membalas pada waktu-Nya "

No comments:

Post a Comment